Guna ikut meningkatkan atmosfir taekwondo di Indonesia, sekaligus mengasah potensi para siswa untuk prestasi non akademik dalam ekstrakurikuler taekwondo, pada bulan November 2018 tepatnya tanggal 4-5 November 2018, Taekwondo SMA 60 Jakarta mengikuti kejuaraan yang di selenggarakan oleh Sacti Club di Gor Simprug Pertamina, Jakarta Utara. Kejuaraan diikuti oleh banyak club Taekwondo yang berasal dari dalam maupun luar Jakarta, seperti Medan, Palembang, Riau, Halmahera, serta dari daerah Jakarta maupun sekitarnya.

Kejuaraan dibuka oleh sambutan dari Brigjen TNI Karmin Suharna, SIP, MA serta diisi oleh penampilan dari team demonstrasi N-Lions dan para atlet Sacti klub. Kategori pertandingan dibagi dalam beberapa nomor yang dipertandingkan, yakni kyourugi dan poomsae, baik dari kelas junior, kadet dan prakadet. Sebanyak 700 atlet dari 50 team (klub) di lima wilayah se-DKI, ikut serta dalam pertandingan ini untuk memperebutkan piala Waskita BAIS TNI. Dalam ajang tersebut, SMA 60 menurunkan 5 perwakilan dari team Focus dengan nomor kyourugi, yakni Ravenska Ananda XI IPS 2 -55 kg, Salsa Billa XI MIPA 1 -55 kg, Vidia Yusneli XI IPS 4 -47 kg, Yuli Afiatika XI MIPA 2 +67 kg, dan Ridwan Riswandi XII IPS 1 -53 kg.

Kontingen SMA Negeri 60 Jakarta berhasil meraih 3 medali di kejuaraan Taekwondo SACTI Grand Championship 2018. Mereka adalah Yuli, dengan medali perak (Over 67 Putri), Vidia, dengan medali perunggu (U-47 Putri), dan Salsa dengan medali perunggu (U-55 Putri). Sedangkan Ravenska (U-55 Putri) dan Ridwan (U-53 Putra), mendapatkan penghargaan partisipan kejuaraan.

Tepat pada saat Upacara hari Pahlawan, perwakilan dari Taekwondo SMA 60 Jakarta di panggil ke depan lapangan untuk pengalungan medali yang di lakukan oleh guru-guru di SMA 60 Jakarta. “Saya sangat senang bahwa murid saya dapat berprestasi di luar sekolah dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler. Tak hanya prestasi di bidang akademik yang didapat, prestasi non akademik pun dapat mereka raih dan tersalurkan dengan baik.

Sukses kalian bukan hanya karena guru yang mengajar di kelas. Melainkan semua orang yang berada di sekolah, Hatta seorang tukang sapupun punya peran atas kesuksesan itu. So, teruslah berproses hingga sukses yang sesungguhnya bersamamu di masa-masa mendatang, seperti pepatah “Hasil tidak akan menghianati proses” tambah Pak Nanang, Pembina Taekwondo SMA 60 Jakarta.